Rebusan Daun Sirsak dan Daun Pace obat Ampuh Alami Penghancur Batu Ginjal

Ternyata penderita batu ginjal yang pernah mengalami operasi pengambilan batu ginjal, bisa kembali divonis menderita batu ginjal dan kembali harus operasi. Ini yang saya alami sendiri belum lama ini menjalani operasi batu ginjal untuk yang kedua kalinya.

Sebelumnya, pada tanggal 28 Oktober 2011 saya menjalani operasi pengambilan batu ginjal yang ukurannya sudah cukup besar, baca pengalaman-dengan-batu-ginjal-sakitnya dan cara mengobatinya. setelah berlalu sekian tahun, saya masih sering merasakan pinggang pegal-pegal. ketika terjadi seperti ini saya biasanya minum kapsul untuk mengobati batu ginjal merek "Cal****l" yang bisa dibeli di apotik-apotik. setelah minum beberapa kapsul sering kemudian keluar batu seukuran pasir saat bunag air kecil. Ketika batu kecil ini sudah keluar, keluhan pinggang pegal-pegal biasanya hilang.

Pada bulan Februari 2019 saya merasakan pegal-pegal di pinggang saya, dan seperti biasanya saya langsung meminum kampul obat batu ginjal sebagai upaya pengobatannya. Akan tetapi, setelah meminum beberapa hari tidak juga kunjung ada batu yang keluar, keluhan pegal di pinggang juga tidak hilang. justru muncul masalah baru, yaitu ketika buang air kecil jadi tidak lancar alias tersumbat. Tentu saja ini menjadikan kekhawatiran akan menjalani operasi lagi.

Pada hari Rabu sore tanggal 13 Maret 2019 saya memeriksakan kondisi (keluhan) saya ke dokter spesialis urologi di tempat dulu saya menjalani operasi. Setelah di usg dinyatakan positif  saluran kecing saya tersumbat batu. Posisinya sudah masuk dari kantung kemih ke saluran keluar sehingga harus segera diambil agar tidak infeksi. oleh dokter disampaikan bahwa besok bisa dilakukan penangan, tidak harus menunggu lama.

Nah, yang kemudian jadi pertanyaan saya adalah "berapa biayanya?". saya diminta berhubungan dengan dokter jaga untuk mendapatkan penjelasan penanganannya dan juga biaya yang harus dikeluarkan. setelah mendapatkan penjelasan keadaan penyakit dan juga cara menanganannya lalu  dijelaskan biaya pengobatan yang harus saya keluarkan. Mendengar biaya yang harus saya persiapkan saya hanya bisa melongo saja karena ternyata sama dengan harga Motor vario 150 cc baru di delaer waktu saya ditawari untuk beli pada tahun lalu. "Lah, duit dari mana batinku". Saya tanya, "adakah bisa menggunakan BPJS kesehatan?" dijawab "tidak bisa". "Tapi, ada paket hemat yang bisa diambil dengan syarat tertentu" begit kata dokter jaga yang memberikan penjelasan ke saya. untuk mendapatkan penjelasan mengenai paket hemat saya diminta ke kasir bagian UGD. di sini saya mendapatkan penjelasan bahwa paket hemat untukpengobatan yang akan saya jalani sebesar 50% dari paket normalnya, syaratnya harus di kelas 3 dan harus ada surat keterangan tidak mampu. Kalau hanya kelas 3 saya merasa tidak apa-apa, tapi kalau untuk minta surat keterangan tidak mampu, ini yang berat bagi saya. status saya PNS gol III, masak minta Surat Keterangan Tidak Mampu" walaupun untuk keadaan saat itu biaya normar pengobatan memang saya tidak mampu, kecuali dengan berhutang ke fihak lain.

Karena merasa berat jika menjalani pengobatan dengan biaya normal, saya coba untuk bertanya ke dokter keluarga kira-kira di Rumah Sakit mana yang bisa melakukan tindakan "litotripsi" dengan jaminan BPJS. Oleh dokter keluarga saya direkomendasikan beberapa rumah sakit besar di Kota Yogyakarta. Saya minta dirujuk ke RS yang terdekat saja kira-kira bisa tidak karena tidak masuk di RS yang direkomendasikan tadi? yaitu RS Pemerintah yang ada di daerah Janti dengan pertimbangan tidak jauh dari rumah agar keuarga yang wira-wiri ke Rumah Sakit tidak kejauhan, apalagi bawa balita 2 dengan motor.

Hari Kamis tanggal 14 Maret 2019 saya cek di poli Urologi. setelah diperiksa langsung saya dipasangi selang kateter hingga nanti pelaksanaan operasi. ini karena batu yang sudah menyumbat saluran kencing saya, kalau tidak dikateter bisa infeksi selain akan kesulitan buang air kecil. setealh itu saya kemudian menjalani pemeriksaan CT-Scan. hasilnya baru bisa dilihat pada hari senin tanggal 18 Maret 2019.

Selama menunggu hasil CT-Scan, saya mendapat saran dari teman untuk minum air rebusan daun sirsak dan daun pace (mengkudu) yang masih agak muda antara 3-5 lembar. Diminum pagi dan sore hari. Kata teman saya itu, dia pernah mencoba dan batu yang tadinya sebesar biji kurma bisa tinggal 1/3nya dalam tempo 3 hari minum ramuan tersebut.

Atas saran teman itu, kemudian saya mencoba mencari daun sirsak dan daun pace (mengkudu) dan saya rebus yang setelah dingin baru saya minum. Saya minum air rebusan itu selama 3 hari yaitu hari Jum'at, Sabtu, dan Minggu. Hari Senin saya ke RS untuk mengambil hasil CT-Scan dan kemudian menyerahkan hasilnya ke poli urologi. Hasil Ct-Scan menunjukkan bahwa ada sumbatan di saluran kencing bawah oleh batu sebesar 0,8 cm x 0,5 cm x 0,5 cm, dan ada juga batu di ginjal seukuran 0,3 cm di kanan dan 0,5 cm di kiri. Oleh dokter saya dinyatakan harus dioperasi dengan memasukkan alat ke saluran kencing kemudian batu yang ada dipecah dan diambil. Pelaksanaannya kapan? oleh dokter diminta ke bagian rawat inap untuk menentukan jadwalnya.

Ternyata, saya harus menunggu sekitar satu minggu untuk dilakukan tindakan pengambilan batu ginjal yang saya derita. Karena masih cukup lama dan kondisi saya sudah menggunakan kateter, saya tidak lagi meminum air rebusan daun sirsak dan daun pace. Saya berfikir, seandainya batu di saluran kencing saya hancur karena minum ramuan tersebut, toh saya tetap harus ke RS untuk melepas kateter. Nggak mungkin kan saya melepasnya sendiri.... Dan ternyata, di kemudian hari saat saya menjalani operasi, saya tidak lagi dicek apakah ada batu atau tidak. saya langsung masuk ke ruang operasi berdasarkan data CT-Scan sebelumnya.

Khasiat air rebusan daun sirsak ditambah daun pace (mengkudu).

Pada saat saya merasakan buang air kecilnya tersumbat, saya tidak begitu merasakan sakit akibat sumbatan batu tersebut. Artinya bahwa batu yang menyumbat saluran kencing saya bentuk permukaannya tidak tajam. Bila bentuknya tajam tentu saya akan mengalami sakit yang luar biasa (kolik), tapi ini tidak.

Setelah meminum selama 3 hari saya berhenti, tapi setelah itu saya sering merasakan sakit saat BAB dan saat air tersedot ke kateter. Juga, beberapa kali saya mendapati gumpalan darah dalam air seni yang ada di penampungan kateter. ini menunjukkan bahwa batu yang dulunya permukaannya tidak begiru runcing setelah meminum air rebusan daun sirsak dan daun pace terkikis menjadi runcing dan melukai saluran kencing yang berakibat sakit dan berdarah.

Pada saat operasi pegambilan batu (batu buli) tersebut, terlihat tidak terlalu besar sehingga bisa langsung disedot dengan alat operasi, dapat keluar dan langsung ditunjukkan ke saya, "ini lho batunya..." kata dokternya. setelah batu itu dimasukkan ke plastik dan saya amati ternyata batunya sudah tidak utuh, sudah keropos. Tidak lama kemudian batu tersebut hancur hingga berbentuk pasir. Padahal, sebelumnya berukuran 0,8 x 0,5 x 0,5 cm. Ini membuktikan bahwa meminum air rebusan daun sirsak dan daun pace selama 3 hari terbukti bisa menghancurkan (mengikis) batu ginjal (batu buli).

Dengan demikian, air rebusan daun sirsak + daun pace, masing-masing antara 3-5 lembar bisa dijadikan terapi bagi penderita batu ginjal ataupun yang merasa mempunyai gangguan batu ginjal.

Demikian pengalaman saya mudah-mudahan bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Rebusan Daun Sirsak dan Daun Pace obat Ampuh Alami Penghancur Batu Ginjal"

Post a Comment